Tradisi Bakajang dan Dampak Sosial Ekonomi di Nagari Gunuang Malintang Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kab. Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat

  • Dedi Asmara
  • Hendri Hendri

Abstract

 

Indonesia kaya akan budaya dan tradisi bahari baik laut maupun sungai. Salah satu budaya dan tradisi yang sampai saat ini berkembang dan bertahan di masyarakat adalah Bakajang di Nagari Gunuang Malintang Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota Propinsi Sumatera Barat. Selain menjadi budaya dan tradisi yang eksis secara turun temurun, juga bisa membangkitkan ekonomi kreatif masyarakat walau iven Bakajang ini hanya diadakan satu kali dalam satu tahun. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian Ilmu Sejarah. Semua dokumen baik tertulis dan lisan dikumpulkan (heuristiek), lalu dilakukan kritik baik internal maupun eksternal untuk menemukan fakta dan selanjutnya dilakukan interpretasi untuk dilakukan tahapan penulisan.

Kata kunci: Tradisi, Sungai, Bakajang.

Published
2024-01-05
How to Cite
Asmara, D., & Hendri, H. (2024). Tradisi Bakajang dan Dampak Sosial Ekonomi di Nagari Gunuang Malintang Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kab. Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Edukasi, 3(2), 79-88. Retrieved from https://mail.jurnaledukasi.stkipabdi.ac.id/index.php/JED/article/view/97